MATA YANG MENGGUGAH JIWA

MATA YANG MENGGUGAH JIWA

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, pengelihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra [17] : 36)

Diantara nikmat Allah yang diamanahkan kepada kita adalah Allah mengkaruniakan kepada kita sepasang mata sehingga kita bisa melihat ragam warna yang indah dan cakrawala jagad semesta yang mempesona. Sejumlah peristiwa yang mengguncang dunia dapat kita lihat melalui berbagai media karena Allah masih menganugerahkan mata kepada kita. Bahkan kita pun dapat melihat suasana hati seseorang melalui ungkapan ekspresi matanya. Jika orang itu sedih, cemburu, bahagia, marah, dan lail-lain maka matalah yang paling dulu terlihat. Sungguh, mata menjadi segalanya bagi manusia, karena mata merupakan indra pengelihatan terpenting untuk melihat banyak hal.

Pernahkah terlintas dalam benak kita untuk mengkaji lebih mendalam rahasia dan hikmah dibalik penciptaan mata?

Coba kita perhatikan bentuk kelopak mata yang mengelilinginya. Gerakan kelopak mata yang diciptakan dapat bergerak dengan cepat, mampu melindungi mata dari berbagai benda yang dapat membahayakannya, seperti debu dan benda-benda lainnya. Artinya, kelopak mata seperti pintu yang dapat dibuka ketika dibutuhkan dan ditutup pada saat tidak dibutuhkan. Kelopak mata juga diciptakan dengan tujuan untuk keindahan mata dan wajah. Allah juga menjadikan dua buah alis sebagai penghias wajah sekaligus tirai pelindung bagi mata. Rambut alis menyerupai bulu mata dalam hal pertumbuhannya, yakni tidak terus bertambah panjang.

Jika allah mendesain mata dengan begitu sempurna untuk kebaikan hamba-Nya, lalu pantaskah jika kemudian kita menggunakan mata yang dikaruniakan-Nya untuk melihat hal-hal yang tidak dikehendaki-Nya? Seandainya Allah mencabut satu saja fungsi organ yang ada dalam mata, tentu kita akan merasakan kepayahan.

Allah menciptakan mata sejatinya agar manusia bisa menghubungkannya dengan hati sebagai sumber segala perbuatan. Dan karakter manusia yang mampu menghubungkan organ mata dengan jiwanya adalah orang yang selalu menggerakkan organ mata dengan berbagai aktivitas yang dapat menggugah jiwanya.

Lantas aktivitas apa yang dapat dilakukan agar setiap gerakan mata dapat menghidupkan qalbu? Banyak hal yang dapat kita lakukan. Diantaranya mata digunakan untuk melihat segala sesuatu yang baik, memperhatikan alam semesta, mempelajari ilmu pengetahuan, mengaji & mengkaji Al Qur’an dan termasuk di dalamnya melakukan aktivitas menangis. Pernahkah kita menangis? Menangis sebagai ungkapan ras syukur atas limpahan semesta karunia-Nya? Menangis karena malu kepada-Nya? Menangis karena penderitaan saudara-saudara kita? Menangis karena takut kepada adzab Allah? Berurai air mata kita mendengar nasehat-nasehat keagamaan. Kalau kita mengusap air mata ketika menonton film, kenapa kita tidak menangis karena dosa-dosa kita?

Sungguh, kearifan tidak lagi layak disebut kearifan, kalau kita begitu sombong untuk meneteskan air mata karena takut kepada Allah. Kebijaksanaan tidak pantas lagi dinamakan kebijaksanan, bila hati kita begitu keras untuk merintih dan mengalirkan air mata penyesalan. Padahal islam mengajarkan bahwa linangan air mata mampu menghapus karat di cermin jiwa kita. Air mata bisa membuat jiwa kita kembali suci. Rintihan juga dapat melembutkan hati kita yang keras. Bahkan ratapan yang kita tuangkan akan membawa jiwa kita lebih dekat dengan singgasana Tuhan.

Itulah sederet aktivitas mata yang dapat menghidupkan jiwa. Pada saatnya nanti seluruh aktivitas pengelihatan kita akan dimintai pertanggungjawaban. Selayaknya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat anggota tubuh dengan menggunakan anggota tubuh kita untuk beribadah kepada Allah dan berbuat amal saleh sebanyak-banyaknya. Karena itu, sepasang mata yang Allah karuniakan kepada kita hendaknya kita pergunakan dengan melakukan amal kegiatan yang selaras dengan kehendak-Nya agar hidup di dunia ini makin bermakna untuk kehidupan akhirat yang kekal.

“Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan” (QS. At-Taubah : 82)

No Comments

Post A Comment

Call Now

Assalamualaikum, kami senang mendengar anda.

contact with us